Inspirasi

Dokter Elna, Empati Yang Menyembuhkan

Bagi orang tua, mendengar kata operasi oleh dokter selalu menghadirkan rasa was-was. Begitupun dengan Ibu saya. 2 bulan terakhir beliau mengeluh, pandangannya kabur. Saya memaklumi. Di usia 73 tahun, terjadi penurunan fungsi organ tubuh. Termasuk mata.

Maka saya mengontak Dr Elna Anakotta, Sp.M untuk memeriksa mata Ibu Saya. ‘Ayo Pak Suhfi. Ke tempat praktek saya di Apotik Natsepa’, kata Dr Elna di ujung telpon. Seperti biasa, ramah dan hangat.

“Ada katarak di lensa mata”, kata Dr Elna setelah memeriksa mata Ibu. Katarak muncul di lensa mata, karena proses penuaan yang menyebabkan perubahan pada lensa mata. Akibatnya menjadi keruh atau buram. Harus operasi untuk angkat kataraknya. Operasi mata kiri terlebih dahulu.

Satu masalah, Ibu saya was – was ketika mendengar harus ada tindakan operasi. Dr Elna menghibur Ibu agar tak perlu khawatir. Operasi katarak dilakukan dengan cepat. Menggunakan Phaco Emulsifacation. Prosesnya hanya 15 menit hingga 20 menit. Saya mewanti – wanti ibu agar rileks. Beban dalam fikiran biasanya menyebabkan beliau sulit tidur. Menjaga suasana relaks agar tekanan darahnya terjaga. Jika di atas 140/80, operasi tidak akan jalan.

Hari Selasa, saya mengantar Ibu ke Klinik Mata Utama Maluku. Klinik milik Dr Elna. Ditensi perawat, tekanan darah beliau naik, 170/80. Oleh dr Elna, menyarankan perawat untuk memberi obat penurun tekanan darah. 1 jam setelahnya, tekanan darah ibu sudah pada angka yang stabil, 140/80. “Bisa operasi sekarang”, kata Dr Elna.

Saya diijinkan dokter Elna untuk masuk ruang operasi. Melihat proses bedah dari awal hingga selesai. Cukup modern. Proses operasi yang digunakan adalah Phaco Emulsifikasi. Bahasa sederhananya bedah mata minim sayatan.

Pada operasi Phaco emulsifikasi yang dilakukan oleh Dr Elna, lensa internal mata diemulsikan oleh alat handpieceultrasonik (kira-kira seukuran jemari tangan) dan kemudian disedot dari dalam mata. Semua proses operasi ditampilkan di layar LCD 21 inchi yang tertempel di dinding ruang operasi. “Sukses..”, begitu keriangan dr Elna menyelesaikan operasi katarak ibu. Setelah Ibu istirahat beberapa lama, perawat klinik memberi beberapa jenis obat yang harus diminum. Dokter Elna juga menyampaikan jadwal kontrol pasca operasi.

Dalam perjalanan pulang, sambil menyetir saya iseng bertanya ke Ibu. Kenapa terlihat kuat ketika operasi. Ibu saya sumringah menjawab, dokternya baik dan tak henti menyemangati. Kesan sosok Dr Elna begitu kuat dibenak Ibu. Ini yang disebut empati yang menyembuhkan.

Saya sampaikan jika ibu adalah pasien pertama yang dioperasi di klinik Mata Utama Maluku. Klinik mata tersebut baru 2 minggu operasi. Peralatan di klinik mata cukup lengkap, masih baru dan canggih. Tentu sangat nyaman dan tepat untuk menangani berbagai keluhan mata. Termasuk operasi seperti katarak dengan Phaco Emulsifacation. Ibu saya tersenyum mengangguk.

Letak Klinik Mata Utama Maluku mudah dijangkau. Tepat di belakang Rumah Sakit Tentara (RST), Jalan Dr Apituley Silale Ambon. Saya tak ragu untuk rekomendasi klinik ini jika ingin berobat berbagai keluhan mata. Datanglah, kita akan menemukan keramahan para perawat klinik dan empati Dr Elna ketika melayani pasien.

Terima Kasih Dokter Elna Anakotta .!! (*MSM*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *