Keluarga

Nonton Bareng Film 5 Penjuru Masjid

‘Gak ada masjid yang jauh, yang ada hatinya yang jauh’

Sepenggal quote di atas menjadi pembuka film 5 Penjuru Masjid (PM). Pesan sederhana yang membawa makna sangat kuat. Dengan sentuhan instrumen musik yang mengalir hidup dan menyentuh, rasa kita mulai diaduk ketika memulai frame pembuka film 5 PM.

Diputar terbatas, pemutaran film 5 PM diinisiasi oleh Forum Lingkar Pena (FLP) Maluku. Sabtu siang (5/5) jam 15.00 WIT di Gedung 3 Bioskop XXI ACC, saya mengajak seisi rumah untuk menonton 5 PM.

Ada dua alasan kenapa menyaksikan film 5 PM. Pertama, Naura ~ putri saya baru selesaikan Ujian Nasional di sekolahnya. Maka untuk relaksasi fikirannya, saya bilang ke Naura. ‘Yuuk, nonton 5 PM’. Dia tentu menyambut gembira. Maka acara nonton ditemani adik-adiknya.

Alasan kedua, 5 PM yang disutradarai Humar Hadi, diproduseri oleh sahabat saya, Izharul Haq dan Azwar Armando. Bang Izhar beberapa waktu lalu pernah ke Ambon. Saya mengajaknya menikmati Halasy Beach Morella. ‘Nonton ya’, Bang Izhar mewanti – wanti.

Kisah 5 PM terbilang sederhana. Bercerita tentang 5 pemuda milenial yang hatinya tersentuh masjid. Mereka berkumpul, mengisi hari-hari mereka dengan menjadi pengurus masjid Al Kautsar.

Bagaimana sehingga 5 pemuda dengan berbeda latar itu hati mereka terpaut dengan Masjid? Scene utama film 5 PM mengisahkannya. Kisah masing-masing pemuda dimunculkan secara flash back. Bermula dari rasa ingin tau seorang Marbut bernama Bewok.

Bewok, menjadi salah satu pemeran yang muncul di awal cerita. Ditangkap warga karena mengambil kotak amal masjid karena tak punya biaya nikah. Oleh DKM masjid, Bewok, pemuda tanggung itu ‘dihukumi’ menjadi marbot masjid Al Kautsar. Maka ada 5 penggalangan scene flash back yang berbeda. Disatukan menjadi cerita yang mengalir menjadi satu kesatuan.

Kisah tentang Lukman (Ahmad Syarief) pengusaha muda cuci kiloan yang ketika datang untuk bertemu ibunya, ternyata ibunya telah wafat. Ibunya berpesan agar jenazahnya dimandikan oleh Lukman. Namun, dia tak dapat melakukannya karena terlambat. Ibunya telah dimakamkan. Lukman juga tak memiliki pengetahuan atas permintaan almarhumah ibunya.

Ada juga kisah abian (Zikri Daulay) anak band yang sepi orderan. Berubah mencintai masjid setelah menerima tantangan ayahnya untuk mendapatkan uang tiket konser. Agar niatnya terpenuhi dia harus ikut sholat sunnah selama 4 hari dengan bacaan Qur’an yang panjang.

Scene lainnya, Usman (Zaky Ahmad Rivai) buruh pabrik resleting yang kena PHK. Atau Si Arde (Alfie Affandi), pembuat gaduh yang ternyata membenci masjid. Dia memiliki masa lalu tidak mengenakan. Diusir dari Masjid bersama adiknya saat masa kecil. Karena anak kecil dianggap membuat gaduh.

Setiap untai kisah flash back masih-masing pemuda tersebut, ada pesan kuat yang mengikuti. Sang sutradara tidak menjejal doktrin. Pilihan penyuguhan naratifnya mengena dan sederhana. Walaupun begitu, detail pesan ditransformasi dengan spirit yang menyentuh hati dan jiwa.

Seperti adegan Budi (Aditya Surya Pratama), pemuda cerdas yang gagal berangkat ke Inggeris. Bergelut dengan urusan beasiswa hingga subuh hari. Ketika berpapasan dan diajak oleh seseorang kakek sepuh (yang ternyata bergelar Prof DR) untuk Sholat Subuh, dia bergeming. Sang kakek menyampaikan pesan : “Sholat subuh itu adalah untuk orang-orang terpilih, dia yang lebih mendahulukan panggilan Allah dari panggilan yang lain”. Antara lain mrnjadi titik awal berubahnya Budi.

Adegan yang menurut saya klimaks dari 5 PM adalah ketika Budi dalam kesadaran paripurna, bersarung dan keluar untuk menunaikan sholat Shubuh, mendengar pengumuman dari Masjid jika kakek tua yang kerap mengajaknya sholat Shubuh (bernama Prof DR Andi Bersama), baru saja wafat. Diikuti dengan sound track yang mengalun dahsyat, ada pesan spirit yang mengalir kuat. Keren Sekali.

Maka, di tengah pilihan untuk membangun spirit generasi agar cinta masjid, menonton film 5 PM adalah pilihan tepat. Tak berlebihan jika saya rekomendasikan untuk ditonton barengan keluarga. Tentu dengan mengajak anak-anak.

Dan tentu, ikhtiar BedaSinema menghadirkan hiburan yang berkualitas seperti Film 5 PM adalah sumbangsih berguna bagi bangsa. Di tengah kekhawatiran banyak orang tua terhadap jejalan hiburan yang meresahkan, Film 5 Penjuru Masjid adalah OASE. Yuuk tonton film 5 PM. (*MSM*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *