Keluarga

Menikmati Karunia Terik Siang Madinah

Musim haji 2017 cuaca Madinah dan Mekkah sedang panas – panasnya. Bagi daerah tropis seperti Indonesia, satu kata yang terlintas untuk suhu udara Madinah : panas.

Siang ini (Rabu, 9/8) suhu kota Madinah cukup mengesankan. Mencapai 46 Derajat Celcius. Suhu yang dianggap panas di Ambon rata-rata 31 sd 32 derajat celcius. Jadi bisa bayangkan kalau kulit Ambon bertemu suhu 46 derajat celcius.

Jangan pernah bereksperimen dengan berjalan tanpa alas kaki dari Masjid Nabawi ke hotel atau sebaliknya. Yang terjadi adalah : telapak kaki akan melepuh.

Panas terik yang tinggi juga diikuti dengan kelembaban udara yang cukup kering. Sesekali hembusan angin menerpa. Tentu tidak menyegarkan. Udara yang menerpa kulit juga membawa hawa panas.

Maka setiap keluar dari hotel menuju Nabawi, kami menenteng tas dengan isi lengkap. Botol air semprot, masker yang dibasah, kaca mata hitam, maupun botol untuk minum. Sebagian besar jamaah perempuan juga menenteng payung.

Setiap beberapa menit, wajah disemprot air yang terpapar langsung sinar matahari. Kacamata digunakan untuk mengurangi intesitas cahaya siang nan menyengat. Minum air? Menjadi wajib untuk menghindari dehidrasi.

Cuaca panas demikian sepertinya tak terlalu berpengaruh bagi jamaah haji asal afrika. Saya perhatikan jamaah asal Pantai Gading, Sudan, Eritrea, dan lainnya berlenggang santai di bawah terik tanpa pelindung. Bisa jadi karena di negaranya keseharian dengan suhu demikian, mereka merasakannya biasa saja.

Jamaah kloter Maluku diuntungkan karena letak hotel tak jauh dari Masjid Nabawi. Keluar dari Pintu nomor 8 Masjid Nabawi, Al Mukhtara AlGharbi Hotel dapat dijangkau cepat. Jaraknya tak jauh hanya 600-an meter dari gerbang No 8 Masjid Nabawi.

Terik suhu ini tetap dinikmati sebagai karunia. Begitu menjejak gerbang Masjid Nabawi, suasana panas tak berarti. Damai, mengharukan dan memotivasi menggelayuti jiwa. Masjid Nabawi dengan keagungannya begitu mendamaikan..
*Rabu, 9/8/2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *